Thursday, July 11, 2013

Surah Hud ayat 15-24





Assalamualaikum



Your image is loading...


Ringkasan Surah Hud ayat 15-24 :

Dunia ini hanya sementara, kalau bukan dunia yang meninggalkan Anda, maka Anda yang meninggalkan dunia. Kehidupan dunia ini tidak kekal. Dicontohkan banyak orang kaya yang kehidupannya berubah menjadi jatuh miskin, mereka yang berkuasa dengan jabatannya tidak lama menduduki kekuasaannya dan lain-lain.
Jadi kita jangan silau terhadap kehidupan dunia. Orang yang terpedaya oleh kehidupan dunia tersebut, mesti disadarkan dengan melihat kenyataan hidup.
Siapa yang menghendaki dunia saja beserta hiasannya, seperti jabatan dunia, popularitas, harta, rumah, anak-anak dan kendaraan, jika Tuhan berkehendak memberikannya dan menyempurnakannya kendati itu tergantung pada usahanya atau dengan kata lain orang tersebut telah mengikuti hukum sebab akibat. Jadi, jika ada orang yang berusaha namun tetap saja gagal, maka orang itu belum menyesuaikan dengan hukum sebab akibat.
Ibadah murni seperti shalat, bersedekah, dll itu, ganjarannya bukan di dunia, tetapi di akhirat.
Perbuatan baik menjadi sia-sia karena ketidak ikhlasan.
Kita tidak perlu melihat ijazah seorang dokter, karena kita percaya dengan dia,padahal bisa saja obat yang diberikan dalam resep itu adalah racun, bukan? Sama halnya dengan mempercayai Nabi Muhammad, misalnya Allah tidak memberikan bukti saja kita tetap harus percaya, apalagi kalau ada bukti dari kepribadian Beliau yang terkenal dengan Al-Amin, turunnya Al-Qur'an, mukjizat, dan Beliau juga telah disebut dalam kitab perjanjian sebelumnya.
Kepercayaan kepada hari akhir sangat berpengaruh dengan kegiatan seseorang. Untuk orang yang beriman dan percaya pada hari kemudian / akhirat sebenarnya gerak kehidupannya terbatas. Mereka ini bila mampu dan kaya harus berzakat dan tidak mau korupsi karena keyakinan imannya itu. Dia membatasi dirinya dengan nilai diiringi kepercayaan adanya hari akhir yang baik.
Salah satu sifat Allah adalah Al-Karim. Allah akan kecewa jika Anda tidak meminta kepadanya. Jadi, berdo'a lah kalau perlu berdo'a lah seperti mendesak, walaupun Anda tidak bisa mendesak Allah. Seperti halnya orang minta-minta yang kakinya lumpuh, padahal ia tidak berucap apapun, mungkin hanya dalam hati saja, tetapi Anda tetap memberinya uang.
Bagi orang tidak beriman dia hidup tanpa batasan dengan menghimpun duniawinya yang mengakibatkan lengah terhadap kewajibannya pada perintah Allah swt. Sebab itu, bagi setiap muslim hendaknya mampu membatasi aktivitas duniawi dengan menggabungkan aktivitas ukhrawi agar tidak menjadi sia-sia amalan-amalannya di dunia ini.
Orang yang sesat dan menyesatkan orang lain adalah orang yang paling merugi karena ia akan menanggung siksa 2 kali lipat.
Dan orang yang paling besar penyesalannya di hari akhir adalah para koruptor. Dia yang telah bekerja keras menghimpun harta, namun kelak akan meninggal dan mewariskannya kepada anak-anaknya, sedangkan anak-anaknya akan beramal kebaikan dengan harta tersebut, sehingga anak-anaknya yang mendapat pahala.

SEKIAN, WASSALAM





0 comments:

Post a Comment